tugas softskill

PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN BERDASARKAN

PERILAKU KONSUMEN Dengan METODE DISKRIMINAN

(kasus di PT. Gudang Rabat Alfa Retailindo Solo)

 

Suranto dan  Anand Miftachur Riza

Lab. Statistika dan Penelitian Operasional Teknik Industri UMS

 

 

ABSTRAK

PT. Gudang Rabat Alfa Retailindo Solo merupakan sebuah usaha yang didirikan untuk memberi kemudahan dan pelayanan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku sering beli dan jarang beli pada konsumen, mengetahui variabel bebas yang membedakan perilaku konsumen. Penelitian ini melakukan pengujian dengan model diskriminan, mampu atau tidak melakukanklasifikasi responden dengan tepat. Manfaat penelitian ini memberikan informasi tentang kebutuhan yang diharapkan oleh konsumen, kepada PT. Gudang Rabat Alfa Retailindo Solo dalam mengambil kebijakan  untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sehingga dapat memahami peluang pemasaran yang efektif. Tahap awal penelitian adalah mengidentifikasi populasi dan sampel, setelah itu dilakukan penyebaran kuisioner terhadap konsumen yang telah berbelanja di ALFA. Tahap berikutnya melakukan pengujian instrumen dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Pengolahan data menggunakan analisis diskriminan. Berdasarkan hasil pengolahan data,terdapat perbedaan perilaku antara konsumen yang sering berbelanja dengan konsumen yang jarang berbelanja. Variabel yang paling membedakan perilaku konsumen adalah variabel

harga dan fasilitas pendingin udara (AC). Kata kunci : konsumen, strategi pemasaran, analisis diskriminan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

Semakin banyaknya perusahaan yang menawarkan produk dan jasa, maka  konsumen memiliki pilihan yang semakin banyak, dengan demikian kekuatan  tawar-menawar konsumen semakin besar. Oleh karena itu, perusahaan seharusnya  mengetahui apa kebutuhan dan keinginan konsumen, kemudian berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut. Hasil pemasaran suatu perusahaan dapat dijadikan sebagai salah satu alat untuk mengetahui maju dan mundurnya perusahaan. Harapan pelanggan diyakini mempunyai peranan yang besar dalam menentukan kualitas  produk (barang dan jasa) dan kepuasan pelanggan. Dalam mengevaluasinya,pelanggan akan menggunakan harapannya sebagi standar atau acuan. Dalam konteks kepuasan pelanggan, umumnya harapan merupakan perkiraan atau keyakinan pelanggan tentang apa yang akan diterimanya (Santoso,Tjiptono, 2001). Dengan demikian, harapan pelanggan yang melatar belakangi mengapa dua organisasi pada bisnis yang sama dapat dinilai berbeda

oleh pelanggannya. Berdasarkan masalah yang telah diuraikan, dapat dirumuskan faktor apa yang membedakan (pendiskriminan) perilaku konsumen dalam membeli di PT. Gudang Rabat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dasar Teori

Perilaku Konsumen. Banyak pengertian perilaku konsumen yang dikemukakan oleh para ahli, salah satunya Engel dan kawan-kawan (Umar, 1999) yang mengatakan bahwa perilaku konsumen merupakan suatu tindakan langsung dalam mendapatkan, menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului tindakan tersebut. Konsumen. Customer is person who uses goods, those which directly satisfy human needs and desire yang dalam bahasa indonesia artinya adalah orang yang menggunakan barang-barang secara langsung untuk mencukupi kebutuhan dan keinginanmanusia (Umar, 1999).  Segmentasi Pasar.  Segmentasi pasar (Swastha ; 1990) didefinisikan sebagai kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.  Analisis Multivariat. Analisis multivariat didefinisikan sebagai metode aplikasi yang berhubungan dengan sejumlah besar hasil pengukuran atas sebuah objek dalam satu atau lebih sampel yang  simultan (Wibisono, 2000). Teknik multivariat berbeda dengan teknikunivariat dan bivariat yang langsung menganalisis means dan varians suatu variabel tunggal (pada univariat) atau sepasang variabel (pada bivariat) untuk menganalisis kovarians dan korelasi yang mencerminkan hubungan antar variabel. Pengukuran dilakukan pada karakteristik atau atribut suatu obyek.Analisis Diskriminan. Analisis diskriminan adalah metode statistik untuk mengelompokkan atau mengklasifikasi sejumlah obyek ke dalam beberapa kelompok, berdasarkan beberapavariabel, sedemikian hingga setiap obyek yang menjadi anggota lebih dari padasatukelompok. Pada prinsipnya analisis diskriminan bertujuan untuk mengelompokkan setiap obyek ke dalam dua atau lebih kelompok berdasar pada dalam artian jika obyek A sudah masuk kelompok 1, maka ia tidak mungkin juga dapat menjadi anggota kelompok 2. Analisis kemudian dapat dikembangkan pada ‘variabel mana saja yang membuat kelompok 1 berbeda dengan kelompok 2, berapa persen yang masuk ke kelompok 1, berapa persen yang masuk ke kelompok 2. Oleh karena ada sejumlahvariabel independen, maka akan terdapat satu variabel  dependent (tergantung), ciri analisis diskriminan adalah jenis data dari variabel dependent bertipe nominal (kategori), seperti kode 0 dan 1, atau kode 1, 2 dan 3 serta kombinasi lainnya (Santoso, Tjiptono, 2001). 20 Penentuan Strategi Pemasaran Berdasarkan Perilaku Konsumen – Suranto & Riza Metodologi Penelitian Obyek Penelitian. Obyek penelitian dalam penyusunan penelitian ini adalah PT. Gudang Rabat Alfa Retailindo Solo di jalan Ahmad Yani No. 234 Pabelan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini meliputi:

  1. Data primer, merupakan data yang diperoleh dari sumber pertama, baik individu atau     perseorangan. Dalam penelitian ini, berbentuk hasil pengisian kuisioner oleh responden.
  2. Data sekunder, merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan dalam bentuk tabel-tabel atau diagram-diagram. Teknik Pengumpulan Data.Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, kuisioner (angket), studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik Pengolahan Data dan Analisa Data

 

1.Penentuan Sampel.

Untuk mendapatkan sampel yang representatif dalam penelitian ini  digunakan         Stratified Random Sampling yaitu metode penelitian sampel dengan membagi populasi ke dalam kelompok-kelompok yang homogen (disebut strata), yang kemudian sampel diambil secara acak dari tiap strata.

2.  Uji Validitas

Validitas adalah tingkat kemampuan instrumen penelitian untuk mengungkakan data sesuai dengan masalah yang hendak diungkapkan. Dengan kata lain,validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Untuk mengetahui validitas instrumen  dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment

3.  Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas berkaitan dengan masalah adanya kepercayaan terhadap alat uji instrumen. Suatu instrumen dapat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi jika hasil dari pengujian tersebut menunjukkan tetap. Pengujian ini digunakan untuk menguji keadaan (konsistensi) data yang diperoleh

4.  Analisis diskriminan

Untuk model diskriminan dengan tiga kelompok, pembagian variabel bebas tidak seperti kasus dua kelompok, yakni ‘langsung’ variabel a ke kelompok 1, variabel b ke kelompok 2 dan seterusnya. Pada kasus tiga kelompok, seluruh variabel bebas dilakukan proses reduksi variabel dahulu, yakni menjadi satu atau beberapa faktor.  Setelah itu, setiap kelompok (sering, cukup dan jarang) akan ditentukan lebih cenderung masuk ke faktor yang mana. Jadi dasar pembagian adalah faktor dan bukan variabelbebas yang semula.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HASIL PENELITIAN

Penentuan Sampel

Jumlah sampel pada penelitian ini, berdasarkan metode Stratified Random Sampling adalah sebagai berikut

 

1.  Analysis Case Processing Summary

2.  Group Statistic

3.  Test of Equality Group Means

4.  Variable Entered/Removed

 

Kesimpulan

  1. Terdapat perbedaan perilaku yang nyata antara konsumen yang sering berbelanja   dengan mereka yang jarang berbelanja di PT. Gudang Rabat Alfa Retailindo.
  2. Variabel yang paling membedakan perilaku kedua kelompok pembeli tersebut adalah variabel harga dan AC.
  3. Variabel harga merupakan  variabel yang paling membedakan perilaku konsumen ‘sering beli’ atau ‘jarang beli’. Sedangkan variabel AC sebagai pembeda perilaku konsumen berikutnya.

 

  1. Dari sepuluh variabel, delapan variabel lainnya (lay out, lengkap, musik, lampu, pelayanan karyawan, pelayanan kasir, promosi dan image) bukanlah variableyang membedakan perilaku kedua kelompok. Sikap konsumen terhadap delapan atribut tersebut relatif sama, jika kelompok ‘sering beli’ bersikap positif terhadap lay out, maka kelompok ‘jarang beli’ juga bersikap positif, sehingga faktor lay out tidak membuat konsumen berbeda perilaku.

 

  1. Model diskriminan yang ada ternyata valid dan dapat digunakan, karena tingkat ketepatannya 60,7% ( >50%) dan mempunyai cross validation 60,7%.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi., 1998. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.

Edisi Revisi 4. Rineka Cipta, Jakarta.

 

Umar, Husein., 1999. Pokok-pokok Materi Statistik 2: Statistik Interaktif. Bumi Aksara, Jakarta.

 

Santoso, Singgih dan Tjiptono, Fandi., 2001. Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi Dengan SPSS. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

 

Swasta. Basu., 1990. Manajemen Pemasaran Modern. Liberty, Yogyakarta.

 

Sugiarto. 2001. Teknik Sampling. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s